This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 Oktober 2013

E-Learning

Definisi , merupakan sebuah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses kegiatan belajar mengajar dan memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain
Kelebihan E-Learning
- Pembelajar dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
- Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
- Pembelajar dapat memilih materi pembealajaran sesuai dengan level pengetahuannya.
 - Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
 - Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar.
 - Mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
-Mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
 - Kehadiran guru tidak mutlak diperlukan.
- Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
Karakteristik E-Learning
1 Memanfaatkan jasa teknologi informasi dan komunikasi berupa internet sehingga penyampaian pesan dan komunikasi guru dan siswa secara mudah dan cepat.
 2 Memanfaatkan media komputer seperti jaringan komputer
3 Menggunakan pendekatan pembelajaran mandiri.
 4Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer.
5Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga mengetahui hasil kemajuan belajar
6 Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di computer
Alasan dikembangkan 
1) krn dpt meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur
 (2) dpt memungkinkan terjadinya interaksi pembljrn dari mana dan kapan saja
(3) dpt menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
(4) dpt mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran
keuntungan : 
1. lewat e-learning guru dan murid bisa berkomunikasi melalui internet tanpa ada ruang dan waktu.
2. e-learning memungkinkan berkembangnya sistem bagi orang-orang yang kurang beruntung yang secara normal tidak mendapatkan pendidikan formal.
3. para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat saling bertukar ide dan informasi atau memperbaiki pelajaran mereka di waktu senggang.
 kerugian :
1. siswa yang kurang antusias dan disiplin dalam belajar melalui internet akan menemui kesulitan-kesulitan.
2. memungkinkan adanya kecurangan dan plagiaris
3. sering terdapatnya pelanggaran hak cipta.  
Aktor adalah semua elemen yang terhubung dalam sistem yang nantinya akan membentuk jaringan secara alamiah. Aktor yang mampu mengontrol aktor lain disebut sebagai aktan. Aktan memiliki kemampuan untuk bergerak masuk dan keluar suatu jaringan berdasarkan kemauan dan kepentingannya. Saat aktan memasuki suatu jaringan, maka jaringan tersebut akan memberi nama atau julukan, aktifitas, perhatian, serta peranan dalam jaringan tersebut. Dengan kata lain, aktan inilah elemen utama dan menjadi penggerak dalam jaringan. Karakteristik e-learning, antara lain adalah :
- Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
 - Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
 - Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
 - Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer
Komponen e-Learning
 - Infrastruktur e-Learning, dapat berupa PC, jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
- Sistem Belajar Manajemen adalah Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional
 - Sistem Manajemen Pengetahuan digunakan untuk merekam dan menyimpan knowledge (pengetahuan), baik formal maupun berdasarkan pengalaman, kedalam bentuk digital untuk memudahkan akses bagi para pengguna tergantung tingkat otorisasi masing-masing.
 - Sistem Belajar Manajemen Konten, memungkinkan pelatih, dosen, dan instruktur untuk membuat dan mengembangkan materi/e-learning content sendiri dengan mudah, walaupun mereka tidak menguasai pemrogaman komputer.
- perpustakaan elektronik (E-Library) E-Library merupakan layanan IT terintegrasi untuk manajemen perpustakaan digital. LEN menyediakan e-library yang fleksibel dan disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. - Mobile Learning, menambah kegunaan sistem e-learning. Mobile learning meliputi: konten, sarana pengembangan konten, dan ponsel pelacakan sistem.
 - E-Content Development, merupakan bagian penting dari proses e-learning yang memainkan peranan utama. E-content memungkinkan pengguna untuk mengembangkan konten yang secara visual menarik dan interaktif. Media E-content dapat berupa format CD maupun format standar e-content seperti SCROM and AICC

Selasa, 26 Juni 2012

EIGRP Router

Oke ketumu lag di blog elek saya ini..hehehe

Kali ini kita akan membahas Routing Dinamis dengan EIGRP ( Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Dan  Routing EIGRP hanya bisa di konfigurasikan di Router cisco.

Setelah kemarin belajar Routing Statis kali ini kita akan belajar Routing Dinamis, yang juga sebenarnya sudah pernah saya Upload di blog ini dengan judul Cara Mengkoneksikan Router Dengan Routing Dinamis .


Namun pada posting itu Rounting Dinamisnya menggunakan Konfigurasi RIP dan untuk yang kali ini dengan konfigurasi EIGRP. Kenapa harus dengan EIGRP? ya jawabannya adalah karena kalau routimg dinamis dengan RIP banyak sekali kelemahaannya. Kelemahanya apa ? Kelemahannya yaitu:
  • Karena dalam menentukan route terbaik menggunakan perhitungan lompatan  maka serimg tidak akurat untuk network besar/rumit.
  • maksimal lompatan router cuma 15 lompatan
  • Selalu memperbaharui routing informasi terus menerus meskipun tidak ada perubahan network dan itu membutuhkan banyak bandwith
  • kovergennya lama atau rooting loop
 Dan untuk solusinya yaitu menggunakan Routing EIGRP. yang mempunyai banyak kelebihan yaitu :

  •  Waktu convergence yang cepat.
  •  Maksimal lompatan Router sampai 250
  •  Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan)
  •  Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan partial updates atau triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down)
  •  Mendukung multiple protokol network
  •  Desain network yang flexible.
  •  Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast dan tidak membroadcastnya.
  •  Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.
  •  Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.
  •  Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN.

untuk kali ini saya akan memberikan contoh cara mengkonfigurasikan Routing Dinamis dengan EIGRP dengan packet tracer, seperti gambar di bawah ini:





Untuk langkah Pertama konfigutrasikan dahulu IP Fast Ethernet dan IP Serial pada Router 0 seperti dibawah ini :


Router#configure terminal
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.16.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#int ser2/0
Router(config-if)#ip add 172.16.20.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit


Langkah ke Dua konfigutrasikan juga IP Fast Ethernet dan IP Serial pada Router 1 seperti di bawah ini :


Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.16.30.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#int ser3/0
Router(config-if)#ip add 172.16.20.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Langkah ke Tiga, masuk pada konfigurasi Roter EIGRP, yang pertama pada Router 0 seperti di bawah ini


Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#network 172.16.10.0 0.0.0.255
Router(config-router)#network 172.16.20.0 0.0.0.255
Router(config-router)#exit

Langkah ke Empat, masuk pada Router 1 untuk konfigurasi Router EIGRP selanjutnya, seperti di bawah ini:



Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#network 172.16.30.0 0.0.0.255
Router(config-router)#network 172.16.20.0 0.0.0.255
Router(config-router)#exit

* angka "10" pada konfigurasi Router EIGRP adalah  Autonomous System (AS) atau AS number. AS number ini bebas mau menggunakan angka berapa saja, yang penting antara Router 0 dan Ruoter1 sama angkanya.

Langkah ke Lima merubah IP pada PC0 dan PC!:

Pada PC0 :

IP Adreess : 172.16.10.10
Subnet Mask: 255.255.255.0
Default Gateway: 172.16.10.1

 Pada PC1 
:
IP Adreess : 172.16.30.30
Subnet Mask: 255.255.255.0
Default Gateway: 172.16.30.1

Langkah ke Enam yaitu test konfigurasi Router EIGRP apakah sudah terkoneksi dengan benar dengan cara di Ping-kan antar PC yang terhubung kalau seperti gambar di bawah ini berarti router sudah terkoneksi dengan benar :

PC0 ke PC1


  
 PC! ke PC0 :







Jumat, 06 April 2012

Penjelasan Fungsi Konfigurasi Pada Jaringan


Switch>ena
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname S1
S1(config)#banner motd %Unauthorized access prohibited%
S1(config)#ena pass cisco
S1(config)#ena secret class
S1(config)#line con 0
S1(config-line)#pass cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#line vty 0 4
S1(config-line)#pass cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#int vlan 1
S1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
S1(config-if)#no shu
%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan1, changed state to up
S1(config-if)#exit
S1(config)#ip default-gateway 192.168.1.2
S1(config)#int fa0/1
S1(config-if)#switchport mode acc
S1(config-if)#switchport mode access 
S1(config-if)#switchport port-security 
S1(config-if)#int fa1/1
S1(config-if)#speed 10
S1(config-if)#dup
S1(config-if)#duplex half
S1(config-if)#end

Topologi Jaringan





Berarti kita membutuhkan :

  • 2 PC

  • 2 Router

  • 1 Switch
Ok kita pasang dulu di Packet tracer sesuai kebutuhan diatas :

Rabu, 28 Desember 2011

DINAMIS ROUTER (ROUTER RIP)

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng(RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080(1997)


versi pada Router RIP :

RIP versi 1

Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.

RIP versi 2

Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal jika semua protokol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan. Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus penyesuaian.
Dalam upaya untuk menghindari beban yang tidak perlu host yang tidak berpartisipasi dalam routing, RIPv2 me-multicast seluruh tabel routing ke semua router yang berdekatan di alamat 224.0.0.9, sebagai lawan dari RIP yang menggunakan siaranunicast. Alamat 224.0.0.9 ini berada pada alamat IP versi 4 kelas D (range 224.0.0.0 - 239.255.255.255). Pengalamatan unicast masih diperbolehkan untuk aplikasi khusus. (MD5) otentikasi RIP diperkenalkan pada tahun 1997. RIPv2 adalah Standar Internet STD-56.

RIPng

RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:
  • Dukungan dari jaringan IPv6.
  • RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk otentikasi.
  • RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute , sedangkan RIPng tidak;
  • RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng membutuhkan penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu setentry route .
Batasan
  • Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan angka 16.
  • Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  • Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1).
  • RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.

Ok langsung pada Soal di tugas berikutnya :

untuk tahap pertama yaitu kita analis dulu paket tracer yang saya kerjakan di atas.

Alat dan bahan :

- 3 buah router
- 2 buah pc
- 2 buah kabel cross
(mengapa menggunakan kabel cross ? jawabannya karena router itu sebenarnya adalah mini komputer, router mempunyai element-element penting yang ada pada komputer, untuk diingat yaitu kabel yang digunakan oleh hardware yang sama/ sejenis kita menggunakan kabel cross , kecuali bila kita melewati switch / hub antara PC dengan router kita harus menggunakan kabel straight)
- 2 buah kabel serial

Network yang di pakai pada tugas tersebut adalah :
- network 10.1.0.0
- network 10.2.0.0
- network 10.3.0.0
- network 10.4.0.0
(keterangan network pada interfacenya bisa di lihat pada gambar di atas)

catatan : IP yang dipakai pada network diatas adalah IP kelas A sehingga apabila ketika kita mengkonfigurasikan router dengan Subnetmask yang Default (255.0.0.0 "subnetmask kelas A") akan terjadi konfllik dengan keterangan overlap IP address, untuk itu kita harus memberikan subnet yang bukan defaultnya agar tiap network terdapat perbedaan penggunaan hostnya , atau bisa kita katakan menjadi beda network pada IP kelas A

tahap yang kedua adalah pasangkan semua kabel pada slot interfacenya

setelah semua terpasang dengan bagus , kita mulai kepada konfigurasi router dinamis

yang pertama setingan pada Router_A :

Router>ena
Router#conf t
Router(config)#hostname Router_A
Router_A(config)#inter fa0/0
Router_A(config-if)#ip add 10.1.0.1 255.255.255.0
Router_A(config-if)#no shu
Router_A(config-if)#exit
Router_A(config)#inter ser2/0
Router_A(config-if)#ip add 10.2.0.1 255.255.255.0
Router_A(config-if)#clock rate 64000
Router_A(config-if)#no shu
Router_A#wr mem
Building configuration...
[OK]




Konfigurasi Router RIPnya

Router_A#
Router_A#conf t
Router_A(config)#router RIP
Router_A(config-router)#ver
Router_A(config-router)#version 2
Router_A(config-router)#network 10.1.0.0
Router_A(config-router)#network 10.2.0.0
Router_A(config-router)#end
Router_A#wr mem
Building configuration...
[OK]
Konfigurasi pada Router_B :


Router>ena
Router#conf t
Router(config)#hostname Router_B
Router_B(config)#inter ser2/0
Router_B(config-if)#ip add 10.2.0.2 255.255.255.0
Router_B(config-if)#no shu
Router_B(config-if)#exit
Router_B(config)#inter ser3/0
Router_B(config-if)#ip add ser3/0
Router_B(config-if)#ip add 10.3.0.1 255.255.255.0
Router_B(config-if)#clock rate 64000
Router_B(config-if)#no shu
Router_B(config-if)#end
Router_B#wr mem
Building configuration...
[OK]
Konfigurasi Router RIP nya

Router_B#
Router_B#conf t
Router_B(config)#router rip
Router_B(config-router)#version 2
Router_B(config-router)#network 10.2.0.0
Router_B(config-router)#network 10.3.0.0
Router_B(config-router)#end
Router_B#wr mem
Building configuration...
[OK]
Konfigurasi pada Router_C :


Router>ena
Router#conf t
Router(config)#hostname Router_C
Router_C(config)#inter ser2/0
Router_C(config-if)#ip add 10.3.0.2 255.255.255.0
Router_C(config-if)#no shu
Router_C(config-if)#
Router_C#end
Router_C#conf t
Router_C(config)#inter fa0/0
Router_C(config-if)#ip add 10.4.0.1 255.255.255.0
Router_C(config-if)#no shu
Router_C(config-if)#end
Router_C#wr mem
Building configuration...
[OK]




Konfigurasi Router RIP nya

Router_C#conf t
Router_C(config)#router rip
Router_C(config-router)#vers
Router_C(config-router)#version 2
Router_C(config-router)#network 10.3.0.0
Router_C(config-router)#network 10.4.0.0
Router_C(config-router)#end
Router_C#wr mem
Building configuration...
[OK]
Nah , selesei sudah kita membuat konfigurasi dinamis pada Tugas kali ini , untuk versi paket tracernya bisa di download disini 


Untuk ss pingnya :

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More